Wujud Solidaritas Global: FE UNMUHA Salurkan Amanah Lazismu Taiwan untuk Korban Bencana Aceh Tengah

ACEH TENGAH – Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh (FE UNMUHA) melaksanakan aksi kemanusiaan di Desa Kejurun Syiah Utama, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk respon cepat terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan ini istimewa karena merupakan kolaborasi kemanusiaan antara Lazismu Taiwan yang dititipkan melalui Unmuha, serta donasi kolektif dari Civitas Akademika FE UNMUHA yang terdiri dari Pimpinan, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, hingga Alumni.

Muhammadiyah sebagai Organisasi Global

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, M.A., yang memimpin langsung delegasi, menjelaskan bahwa bantuan ini adalah amanah internasional yang dikelola secara profesional. Dalam refleksinya, beliau menyinggung perjalanan 113 tahun Muhammadiyah yang kini telah bertransformasi menjadi organisasi global.

“Muhammadiyah kini memiliki 167 Perguruan Tinggi di Indonesia dan berbagai Pimpinan Cabang Istimewa di luar negeri, termasuk di Taiwan. Kami konsisten membangun peradaban melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial bagi siapa pun yang membutuhkan tanpa sekat geografis,” tegas Dr. Aslam Nur.

Sasaran Bantuan dan Persiapan Ramadan

Dekan FE UNMUHA, Dr. Marlizar, S.E., M.M., merincikan bahwa distribusi bantuan menyasar 75 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak paling signifikan. Paket bantuan terdiri dari kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, kurma, teh, dan bahan pangan lainnya.

“Kami memilih Desa Kejurun Syiah Utama karena dampak bencananya tergolong berat. Selain meringankan beban ekonomi pasca-bencana, bantuan ini juga dimaksudkan sebagai dukungan bagi warga dalam menyambut bulan suci Ramadan yang akan datang,” ujar Dr. Marlizar.

Haru dan Aspirasi Pendidikan Warga

Kehadiran delegasi Unmuha disambut haru oleh Kepala Desa, Sastrawandi, beserta masyarakat setempat. Ia memaparkan kondisi memilukan pasca-bencana 26 November lalu, di mana 11 rumah warga hanyut tanpa bekas dan lahan perkebunan sebagai sumber mata pencaharian utama tertimbun lumpur.

Selain mengucapkan terima kasih, Sastrawandi menyampaikan aspirasi terkait masa depan pendidikan putra-putri desa yang sedang menempuh studi di Banda Aceh.

“Kami memohon pertimbangan bantuan atau keringanan biaya pendidikan bagi anak-anak kami yang sedang kuliah agar mereka bisa terus berjuang meraih cita-cita di tengah keterbatasan ini,” ungkapnya penuh harap.

Delegasi dan Penutup

Turut hadir dalam rombongan ini jajaran pimpinan fakultas, antara lain:

  • Syamsidar, S.E., M.Si., Ak. (Wakil Dekan I / Ketua Panitia)

  • Rusnaidi, S.E., M.Si. (Wakil Dekan II)

  • Segenap dosen, karyawan, mahasiswa, serta alumni FE UNMUHA.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk menjaga silaturahmi yang berkelanjutan antara Unmuha dan masyarakat Aceh Tengah sebagai bagian dari keluarga besar kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *