BANDA ACEH – Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh (FE UNMUHA) melakukan langkah proaktif dalam memperluas jejaring kemitraan institusional melalui audiensi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung A, Kantor BPVP Banda Aceh, Jumat (21/11/2025).
Delegasi FE UNMUHA dipimpin langsung oleh Dekan, Dr. Marlizar, S.E., M.M., didampingi Wakil Dekan I, Syamsidar, S.E., M.Si., Ak., para Ketua Prodi, serta Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) Fakultas. Rombongan disambut hangat oleh Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal.
Implementasi Rekomendasi Akreditasi LAMEMBA
Wakil Dekan I FE UNMUHA, Syamsidar, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut konkret atas rekomendasi akreditasi LAMEMBA. Fakultas Ekonomi didorong untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, baik dengan instansi pemerintah maupun dunia industri, guna meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dan lulusan.
Dekan FE UNMUHA, Dr. Marlizar, menambahkan bahwa sinergi ini melampaui sekadar silaturahmi.
“Ini adalah pintu masuk bagi kolaborasi strategis dalam pengembangan kompetensi. Kami ingin memastikan lulusan FE UNMUHA memiliki kesiapan kerja yang relevan dengan standar industri saat ini,” ujar Dr. Marlizar.
Peluang Sertifikasi dan Inkubasi Bisnis
Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, menjelaskan bahwa sebagai lembaga di bawah Kementerian Ketenagakerjaan RI, BPVP memiliki mandat besar dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi.
Beberapa poin krusial yang ditawarkan dalam peluang kerja sama ini meliputi:
-
Pelatihan Keahlian Teknis & Sertifikasi Kompetensi.
-
Pembekalan Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis.
-
Pendampingan Usaha Berkelanjutan dan Akses Modal.
-
Program Praktisi Mengajar (Narasumber Kuliah Umum).
“Kami berharap audiensi ini segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di tingkat Universitas dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat Fakultas agar program pelatihan bagi mahasiswa dan alumni dapat segera diimplementasikan,” tegas Rahmad Faisal.
Dampak bagi Prodi Agribisnis
Bagi Prodi Agribisnis, kemitraan dengan BPVP sangat strategis untuk mendukung mata kuliah kewirausahaan dan praktik lapangan. Mahasiswa nantinya dapat mengakses pelatihan vokasi yang spesifik, seperti teknik pengolahan hasil pertanian atau manajemen produktivitas, yang akan menjadi nilai tambah (added value) pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah Aceh.
