Integrasi Teori dan Praktik: Mahasiswa Agribisnis Unmuha Observasi Langsung Manajemen Produksi CPO di Bireuen

BIREUEN – Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) melaksanakan kegiatan Field Trip edukatif ke Pabrik Kelapa Sawit PT Syaukath Sejahtera di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Senin (16/12/2024). Kunjungan lapangan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai hilirisasi industri kelapa sawit secara langsung kepada mahasiswa.

Transformasi Pembelajaran Berbasis Lapangan

Ketua Prodi Agribisnis Unmuha, Agusnawan Linu Ibrahim, S.P., M.Si., yang memimpin langsung rombongan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum yang mengintegrasikan teori manajemen agribisnis dengan praktik industri nyata.

“Industri kelapa sawit adalah pilar ekonomi Aceh. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami struktur biaya atau rantai pasok di kelas; mereka harus melihat bagaimana manajemen kualitas dan efisiensi operasional dijalankan di lantai produksi,” ujar Agusnawan.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini sejumlah dosen Prodi Agribisnis, antara lain Ade Elvi Rahmah, S.P., M.Si., Nurulia Dimitha, S.P., M.Si., dan M. Danil Furqansyah, S.P., M.Si.

Bedah Proses Produksi dan Strategi Manajerial

Selama observasi, mahasiswa meninjau alur produksi secara sistematis, mulai dari:

  • Stasiun Penerimaan: Sortasi Tandan Buah Segar (TBS).

  • Proses Ekstraksi: Pengolahan menjadi Crude Palm Oil (CPO).

  • Aspek Manajerial: Penjelasan mengenai sistem kontrol kualitas, mitigasi dampak lingkungan, hingga strategi menghadapi fluktuasi harga pasar global.

Mahasiswa juga terlibat dalam diskusi interaktif dengan manajemen PT Syaukath Sejahtera terkait tantangan regulasi keberlanjutan (sustainability) dan tata kelola limbah industri yang menjadi isu krusial dalam akreditasi serta standar internasional agribisnis.

Penguatan Jejaring Industri

Selain aspek kognitif, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara akademisi dan sektor swasta. Melalui kolaborasi ini, Prodi Agribisnis Unmuha berupaya membuka peluang pemagangan (internship) dan riset terapan bagi mahasiswa di masa depan.

“Pengalaman holistik seperti ini sangat vital untuk membentuk pola pikir lulusan yang siap pakai (job-ready). Kami berkomitmen untuk terus memperluas jejaring dengan industri lokal guna meningkatkan daya saing alumni di pasar kerja,” pungkas Agusnawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *