BANDA ACEH – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Aceh menggelar pelatihan inovatif bagi warga Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (15/05/2023). Kegiatan ini fokus pada pemanfaatan buah kelapa untuk diolah menjadi selai guna meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
Edukasi Nilai Tambah (Value Added)
Kegiatan PKM ini melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Prodi Agribisnis sebagai bentuk implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi. Tim memberikan demonstrasi langsung mengenai proses pengolahan kelapa—yang selama ini hanya dijual sebagai buah segar atau santan—menjadi produk selai yang memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Acara ini dihadiri dengan antusias oleh warga gampong, yang didominasi oleh kelompok ibu-ibu pelaku UMKM, serta dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa setempat.
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Ketua tim PKM menjelaskan bahwa pemilihan komoditas kelapa didasarkan pada ketersediaan bahan baku yang melimpah di Aceh. Dengan sentuhan teknologi pengolahan pangan yang sederhana namun higienis, warga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dari skala rumah tangga.
“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pengolah produk jadi. Melalui pelatihan pembuatan selai kelapa ini, warga Gampong Ceurih memiliki modal keterampilan untuk menciptakan produk khas daerah yang memiliki nilai saing di pasar,” jelas perwakilan dosen Agribisnis di sela kegiatan.
Dukungan Perangkat Desa dan Keberlanjutan Program
Perangkat desa Gampong Ceurih menyambut baik inisiatif dari Prodi Agribisnis Unmuha. Mereka berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, namun berlanjut pada pendampingan pengemasan (packaging) dan pemasaran digital agar produk selai kelapa ini dapat dikenal luas.
Mahasiswa Agribisnis yang turut serta dalam kegiatan ini juga berperan aktif dalam membimbing warga memahami kalkulasi biaya produksi dan penentuan harga jual yang kompetitif. Keterlibatan mahasiswa ini bertujuan untuk mengasah kemampuan komunikasi serta kepekaan sosial mereka dalam menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi mencicipi bersama produk selai kelapa hasil olahan dan penyerahan peralatan pendukung produksi secara simbolis kepada perwakilan warga gampong.

